Performa

Kecepatan Adalah Omzet: ROI dari Mili-detik

The 3-Second Rule

Anda masuk ke toko, tetapi tidak ada yang melayani. Anda menunggu 5 detik, lalu pergi.

Hal yang sama terjadi di website Anda. Data Google menunjukkan bahwa 53% pengguna mobile akan meninggalkan situs jika loading lebih dari 3 detik.

Jika Anda berinvestasi pada iklan (Ads) untuk mendatangkan traffic ke situs yang lambat, Anda sedang membakar anggaran marketing. Anda membayar untuk klik yang tidak pernah menjadi pelanggan (Bounce) karena mereka pergi sebelum konten muncul.

Latensi = Kehilangan Revenue

Para raksasa teknologi telah membuktikannya dengan data:

  • Amazon: Setiap latensi 100ms = penurunan penjualan 1%.
  • Google: Menambah latensi 0.5s = traffic turun 20%.
  • Walmart: Mempercepat loading 1s = konversi naik 2%.

Meskipun skala bisnis Anda berbeda, psikologi konsumen tetap sama. Situs yang lambat secara tidak sadar memberi sinyal: “Bisnis ini kuno, lambat, dan tidak profesional.”

Engineering for Speed

Banyak agensi hanya mengandalkan “Plugin Cache” sebagai solusi instan. Itu hanyalah “plester”, bukan solusi fundamental.

Kami merekayasa kecepatan di level Arsitektur:

  1. Zero-Bundle JavaScript: Kami memastikan tidak ada kode sampah (bloat) yang dikirim ke pengguna.
  2. Edge Network Hosting: Website Anda didistribusikan di server global (300+ lokasi), bukan di satu server lokal yang lambat.
  3. Modern Image Formats: Menggunakan format AVIF/WebP yang 10x lebih ringan dari JPG/PNG tanpa mengurangi kualitas visual.

Hasilnya? Google Performance Score konsisten di angka 90+. Kami mengubah kecepatan website dari sekadar fitur menjadi keunggulan kompetitif (Competitive Advantage).

Referensi

  1. Think with Google: Mobile Page Speed New Industry Benchmarks
  2. Amazon (via Gigaspaces): The Cost of Latency
  3. Cloudflare: How Page Speed Affects SEO